May 13

christin "idup" lagi, sodara2…..

Apr 24

kematian adalah yang terindah dari segalanya..

Mar 07

the author wanna have some ‘curhat’ time…

lega bgt hari2 ini aku bisa lakuin banyak hal yang menyenangkan.. saking kosongnya jadwalku mpe siang hari ga tau mo ngapain dan akhirnya ya….melakukan ritual yg biasanya itu :D

li’l share ’bout my feeling..ada matahari yg perlahan muncul dari kedalaman jiwaku.aku tak tahu kapan dia lahir, yang jelas setelah aku merasakan hangat nya barulah aku tersadar, matahari seperti apakah itu. ya…mungkin sekarang aku belum bisa menjawab dengan rangkaian kataku sendiri tapi suatu saat nanti dia akan menyahut..dengan sinar yang hangat atau kepergiannya ke peraduan.

tapi kalau boleh, aku ingin jadi bintang yang bisa selalu melihat matahariku itu.

hihihi…keluarnya puisi juga de..abis bingung sih mo ngungkapin pake apa, nanti kalo pake denotasi bisa2 ada pihak yang ‘merasa’ gitu deh…walah kok jadi tambah mbingungi gini ya..

aku lagi seneng.itu aja.

Feb 28

aku baca lagie…….

kmaren aku abis pinjem buku karangan Dan Brown lagi. judulnya Angels and Demons. katanya sih ni buku di luar sono lebih heboh daripada the davinci code. abis kubaca sih menurutku wajar aja coz di sini bener2 dibukain banyak hal tentang vatikan, roma, kepausan, dan tentu saja illuminati brotherhood yang udah lama lenyap (who knows, eh?)

di sini brown make Robert Langdon lagi sebagai tokoh utamanya. masih juga ditemani cewe cantik dari italia yang namanya vittoria vetra. cerita di buka (seperti di DVC) dengan terbunuhnya seseorang dan ada vittoria yang (lagi2 mirip ma DVC) anak sang korban. lalu kisah dilanjutkan dengan petualangan 24 jam di vatican city dan roma. ada karakter2 baru yang ditambahkan, dan yang paling mengesankan (menurutku) di novel ini adalah pembuatan ambigram illuminati, water, air, fire, earth, dan berlian itu yang rumit sekali. satu hal yang bener dalam buku ini adalah kita akan terpesona melihat ambigram2 itu. ini kutipan dari puisi illuminati lho.  gimana enggak, kalo kita nemuin huruf2 biasa yang berjejer tp ternyata setelah diputar 180 derajat tetep terbaca sama. wow….

anyway….buku ini belom bisa ngalahin soul-nya DVC. abis baca buku ini perasaan yang muncul gak sekuat ketika aku baca DVC. tapi tetep aja ini buku yang keren.

hanya saja…..ada satu hal yang aneh dan sekarang masih gak make sense di aku. di mana sebenernya camerlengo carlo ventresca ngelempar tabung anti materi dan kemudian kok bisa dia berdiri dengan selamat di atas kubah basilika santo petrus…

mungkin tetep jadi pertanyaan buatku. yang jelas bacalah buku ini dan imajinasimu akan dibawa lebih tinggi lagi….

btw, aku dah baca crackingnya DVC dan menurutku lebih baik aku cuma baca novelnya aja lah.

btw lagi, kapan2 aku pengen curhat2 jg di blog.. (lho? yg kmaren2…)

Feb 21

senangnya bisa balik lagi ke jiwaku sendiri….

aku ‘pulang’, sodara-sodara…banyak hal yang udah kupelajari seminggu terakhir ini, dan smuanya bukan cuman teguran, tapi hajaran. yeah…..it’s worth it lah…

saat kupikir bintang-bintang ada di atas kepalaku

aku salah, itu hanya cermin.

saat kupikir di depan sana ada lautan lepas

aku salah, itu rantai belenggu yang berkilat-kilat.

saat kupikir  aku melihat jalan yang lurus

aku salah, aku terlalu dekat melihat.

saat kupikir aku tak tahu apa-apa

aku benar.

anyway….aku senang jadi diriku sendiri. 3 hari sakit di kost dan gak bisa ngapa2in membuat aku semakin belajar. belajar apa? banyak.

i’ll talk about them next time.

welcome, my freedom……….

Dec 10

fiuh………

dah lama bgt ga nulis blog.

sepertinya aku tak berpijak di manapun. tanpa aku tahu mengapa, tanpa aku pernah peduli apa yang terjadi.

banyak hal datang, dan sebanyak itu pula mereka pergi.

dan sekarang, aku masih berdiri di tempat yang sama.

tak tahulah, yang jelas aku rindu matahariku, aku rindu warna-warna yang akan setia membangunkan aku.

Tuhan, tolong aku………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sep 20

aku baru aja nyelesaiin baca the davinci code. punya temenku sih. penasaran bgt kaya’ mana buku yang katanya best seller itu…

6 jam yang menegangkan…aku bergulat dg perasaanku sendiri. antara ragu dan tidak, antara percaya dan jadi skeptis.

di awal aku temukan kalo novel ini tuh novel fiksi paling bagus yang pernah aku baca (dan pendapat ini tetap bertahan sampai aku slesai bacqa lho…) jadi menurutku, sebagai buku fiksi, the da vinci code ini belum ada bandingnya. layak baca deh. alur yang dia pakai jelas bgt. setiap penokohan dia lakukan secara tidak langsung tapi membuat pembaca bisa menebak dengan pasti. ke-luarbiasa-an buku ini terletak pada fakta2 yang dia suguhkan (waduh..kok bahasaku kaya tukang resensi buku di koran…). faktanya tuh akurat dan detil bgt. ya pantes ajalah, si Dan brown ni kan udah riset selama bertahun-tahun.

kalo kamu ngaku suka baca novel detektif, baca buku ini dan kamu akan bilang kalo kamu terpesona……

tapi ada yang menggelitik….

sebagai orang kristen aku (jujur aja) sempet mikir. jangan2 buku ini emang bener bahwa Yesus pernah menikah sama Maria. hebat bgt Dan Brown bisa membuat logika kita menyetujui sang tokoh, Robert Langdon, Sophie Neveu dan Sir Leigh Teabing. hampir aja……..

tapi kemudian aku berpikir. hanya orang kristen yang bodoh yang membiarkan imannya dikoyak hanya oleh sebuah novel yang kelihatannya real. sesungguhnya apa yang harus kita yakini adalah apa yg ada dalam iman kita. Yesus Kristus, Allah yang kudus itu melakukan tugas penyelamatanNya di bumi hingga Dia dibangkitkan dan naik ke surga. tidak kurang dan tidak lebih. kalau kita berpikiran sama dg penulis novel ini, berarti kita menghujat Tuhan dan menyatakan bahwa diriNya bukan Tuhan…..

jadi, friendz…buku ini bagus bgt buat dibaca tapi inget, eksistensi kamu sebagai orang yang percaya Tuhan jagan gitu aja dilupain.

setelah aku pikir2 lagi, aku jadi tambah kagum ma Tuhan coz Dia nyiptain hal2 yang oleh manusia dicari kebenarannya padahal kebenaran itu adalah Dia sendiri yang kita bisa ditemukan hanya jika kita mau percaya bahwa Yesus adalah Allah, Juruselamat dunia..

tunggu tulisanku lagi yah, setelah aku baca crackingnya.

c u then..

Jul 21

             COKLAT dan UMURMU……

(jangan curang, lakukan satu-satu ya..)

1. berapa kali seminggu kamu makan coklat (ambil angka DARI 1-10)

2. kalikan 2

3. tambah 5

4. kalikan 50 (kutunggu deh kalau mau ngambil kalkulator..)

udah siap lagi?

5. kalau tahun ini kamu udah melewati hari ulang tahunmu, tambahkan angka 1755 tapi kalau belum, tambah 1754 aja.

6. kurangkan angka yang kamu dapat dengan 4 digit tahun kelahiranmu

dan kamu pasti dapat 3 digit angka. ya kan?

digit pertama adalah angka yang kamu pilih di awal, yaitu jumlah kamu makan coklat dalam seminggu (betul?)

dua digit terakhir adalah…..umur kamu sekarang!!!!!

yeah…believe it or not. permainan ini hanya berlaku selama tahun 2005 jadi langsung lakukan begitu kamu baca ini.

have fun!

Jul 07

IS IT ME ???

   “ Yang harusnya hitam sudah tak ada lagi.”

Tidak. Hitam itu lambang kematian.

   “ Tapi bagiku hitam itu hidup. Hidupku.”

Berarti kau hidup dalam kematian.

   “ Apapun itu, aku hanya tahu satu hal: ketika hitam itu diambil dari hidupku, tak ada seorangpun yang bisa membuat semuanya semua sama seperti dulu. “

Harusnya hidup itu berwarna. Pasti indah.

   “ Ya, warna hitam. Banyak warna hitam. Pasti indah. “

Tidak, hitam itu lambing kematian.

   “ Terserah. “

Banyak hal yang tidak aku mengerti tentangmu. Makhluk aneh.

   “ Terserah.”

Kadang hidup itu terlalu rumit untuk hanya digambarkan dengan warna.

   “……….”

Bagaimana dengan warna keemasan? Dulu kau suka warna itu.

   “ Tak pernah. Dulu, sekarang, dan kapanpun hanya ada hitam.”

Coba berpikir warna lain.

   “ Tidak bisa. Tak akan bisa.”

Tapi kau harus berwarna.

   “ Ya, warna hitam.”

Terserah kau saja. Lalu apa yang kau inginkan sekarang?

   “ Aku ingin semua kembali seperti dulu.”

Walau yang dulu itu penuh wajah kematian?

   “ Ya.”

Walau air mata itu harus terus mengalir?

   “ Ya. “

Walau kau harus lenyap dihempas badai?

   “ Aku tak yakin akan seburuk itu.”

Tapi kau sudah melihat apa yang terjadi dulu. Kau hanya bisa mengalirkan air matamu dan membiarkan hatimu dirobek-robek prahara.

   “ Aku menikmatinya.”

Kau bohong! Kau bahkan tak tahu apa yang kau rasakan.

   “ Ya, memang…”

Kau tak bisa mengelak lagi! Menyerahlah……

   “ Terlalu sulit untuk membiasakan diriku tanpa hitamku. Tanpa hidupku.”

Itu hanya pelarianmu kan?

   “ I’ve told you I enjoyed it.”

Sekali lagi kau berbohong.

   “ Lalu aku harus bagaimana? Apakah aku harus berpura-pura kalau aku tak pernah merasakannya?”

Tidak juga. Kau tidak harus berbohong

   “ Lalu apa maksudmu?? Kau hanya mempermainkan perasaanku !!!! “

Mengertilah satu hal. Warna hitam iu telah terlalu lama menutupi kepingan-kepingan berwarna dari hidupmu. Pelangi yang selalu tertutup mendung tak akan pernah terlihat indah, seberapapun cantiknya dia.

   “ Tapi memang hidupku seperti itu. Lebih baik dengan warna hitam. “

Dan sejujurnya kau ingin melepasnya, bukan? Kau hanya takut ada angin yang membawamu pergi. Kau hanya takut matahari melukaimu. Kau juga takut kecewa dengan warnamu sendiri. Ya kan?

   “ kalau aku boleh jujur….kau memang benar.’

Lalu?

   “ Aku takut keluar dari tempat yang nyaman ini – yah, setidaknya menurutku nyaman. Aku suka dengan sisi hitamku…yah, walaupun seperti katamu itu hanya kamuflase. Sesungguhnya aku membohongi warnaku sendiri..”

Akhirnya kau tahu.

   “ Terlalu sulit bagiku untuk merasa nyaman dengan warna lain. meski suram, toh warna itu membuatku merasa lebih baik. “

Kamuflase lagi.

   “ Aku ingin warna lain juga, sebenarnya…aku jujur…aku ingin…”

Lalu apa masalahnya?

   “ Bagaimana aku menyadarkan diriku sendiri untuk berkata bahwa warna hitam itu harus dihapus dari hidupku?”

Bukan dihapus. Jangan. Yah…katakana pada dirimu seperti itu. Ucapkan dengan hatimu.

   “ Semudah itukah? “

Sebenarnya tidak, tapi layak dicoba.

   “ Lalu aku harus berwarna apa?”

Apapun yang kau suka.

   “ Please….bantu aku.”

Warna apa yang kau ingin jadi yang terindah?

   “ Aku tidak tahu pasti. Mungkin warna yang bisa membuat aku sedikit lebih bersinar..walau diriku sendiri takkan pernah menampakkan sinar.”

Dulu kau bersinar. Kau tak tahu itu kan? Indah sekali. Sinar yang membuat siapapun akan melihatmu seperti malaikat yang menyinari seisi dunia.

   “ Akukah itu? “

Ya. Itu kau.

   “ Tapi sekarang aku hanya menjadi warna hitam.”

Karena kau memilih itu.

   “ Bukan aku yang memilih! Keadaan yang membuatku menjatuhkan pilihan. “

Tanpa kau ingin melakukannya.

   “ Ya…aku menyukainya…tapi aku tak menyangka bahwa sinarku jadi pudar karenanya…”

Mungkin memang jawaban, tapi kau tak tahu bagaimana memperlkaukan dia menjadi warna yang bisa membuatmu bersinar.

   “ Mungkinkah bersinar dengan sesuatu yang hitam?”

Ya, kalau kau tahu bagaimana caranya.

   “ Maukah kau menunjukkannya padaku?”

Tidak sekarang, ini bukan waktu yang tepat untukmu. Mungkin akan lebih baik kalau kau warnai hidup dengan sesuatu yang buakn hitam.

   “ Why not?”

Aku sudah katakan padamu tadi.

   “ Ya…..itu menutupi sinarku. Benar kan? Sepertinya sekarang aku tahu bagaimana memancarkan sinarku, seperti aku dulu.”

Lanjutkan.

   “ Aku boleh meminta satu warna? Sedikit saja….”

Ya, katakana saja.

   “ Warna keemasan…kupikir itu bagus untukku. Terlihat sedikit berlebihan tapi menurutku cukup indah setelah sekiam lama aku berkutat hanya pada warna hitamku.’

Yeah…sebenarnya itu dulu warnamu. Kau lupa kan?

   “ Aku tak ingat apa-apa.”

Warna keemasan dari dirimu memancar begitu indah. Aku sudah tak sabar ingin melihatnya lagi.

   “ Baiklah. Tapi bantu aku menggoreskan warna itu dalamku.

Pasti. Tolong lakukan satu hal juga untukku.

   “ Ya.”

Jangan lenyapkan warna hitam  itu. Suatu saat itu akan membuatku lebih indah. Itu warnamu juga.

   “ Tunggu. Warna hitamku juga bisa bersinar? Bukankah katamu itu hanya akan menutupi warna keemasanku?”

Tentu bisa, jika kau tahu bagaimana caranya.

   “ Tunjukkan padaku.”

Tidak sekarang kau bahkan belum mulai bersinar.

   “ Kalau aku sudah bersinar, maukah kau membantuku untuk itu?”

Mungkin. Kita lihat saja nanti. Yang harus kau lakukan sekarang adalah mengisi kembali hidupmu dengan warna baru yang kau pilih. Lakukan itu perlahan. Sangat perlahan. You will find it exciting, and an amazing handwork will shine.
   ” Kapan aku harus menambahkan warna hitam?”

Ikuti saja hatimu. Jika suatu saat waktu untuk hitam itu digoreskan dalam hidupmu tiba kau akan merasakan getaran dalam hatimu. Pastikan kau mendengarkannya baik-baik.

   “ Lalu baru aku boleh melukis dengan warna hitam lagi.”

Tentu saja.

   “ Aku tak pernah menyangka akan jadi seperti ini.”

Nikmati saja. Kau telah belajar beberapa hal.

   “ Kau benar….kau selalu benar.”

Sekarang apa?

   “ Memulai dengan sedikit warna emas di sisi yang sebelah sini. Ini yang paling hitam. Pekat. Aku dulu sehitam ini.”

Tak usah mengingat lagi. Terus saja goreskan warnamu.

   “ Di sini lagi…lalu di sebelah sini….”

Perlahan saja. Sangat perlahan.

   “ Ya…dan aku merasa lebih baik. Sedikit bersinar, seperti katamu.”

Sudah semestinya.

   “ Apa sinar masih bisa terlihat?”

Kalau kau percaya.

:  ”Hidup ini indah, ya. Banyak sekali waktuku terbuang, sepertinya.”

Tak usah mengingat-ingat lagi.

   “Ya…..kau benar.”

Cuma ada dua hal besar dalam hidup ini:

Cinta dan Kematian

Kalau kita siap menghadapi keduanya, berarti kita siap menghadapi apa saja.

Dedicated merely for love of a lifetime : thanx to let me shining again!

Jul 07

Manajemen Stress

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven
Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey. "Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah.Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi……

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

taken from www.pmkt.org